Proyeksi diartikan sebagai
metoda/cara dalam usaha mendapatkan bentuk ubahan dari dimensi tertentu menjadi
bentuk dimensi yang sistematik. Analoginya adalah sama dengan saat kita akan
menghitung luas kulit jeruk. Untuk menghitungnya kita harus mengupasnya dan
meletakkannya pada bidang datar. Karena awalnya kulit jeruk tersebut 3 Dimensi
dengan dikupas dan di letakkan mendatar maka dipaksakan menjadi 2 Dimensi maka
sebagai akibatnya terjadi perubahan dari bentuk awal yang dikarenakan adanya
sobekan, mengembang atau berkerut.
Gambar 2. Metoda Proyeksi Peta
Sistem UTM dengan system
koordinat WGS 84 sering digunakan pada pemetaan wilayah Indonesia. UTM
menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu
silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga
garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan
garis bujur pada ellipsoid. Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi
horizontal dua dimensi (x,y) menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan
conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. Seluruh permukaan bumi
dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh
dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh,
zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB, zone 2 di mulai dari 174° BB hingga
168° BB, terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai
180° BT. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU.
Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS
kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F,
hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72°
LS diberi notasi C, 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D, 64° LS hingga 56° LS
diberi notasi E, dan seterusnya.
Gambar 3. Zona UTM Dunia
Setiap zone UTM memiliki
system koordinat sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian
sentralnya dengan ekuator. Untuk menghindari koordinat negative, meridian
tengah diberi nilai awal absis (x) 500.000 meter. Untuk zone yang terletak
dibagian selatan ekuator (LS), juga untuk menghindari koordinat negative
ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000.000 meter. Sedangkan untuk zone
yang terletak dibagian utara ekuator, ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0
meter.
Untuk wilayah Indonesia
terbagi atas sembilan zone UTM, dimulai dari meridian 90° BT sampai dengan 144°
BT dengan batas pararel (lintang) 11° LS hingga 6° LU. Dengan demikian wilayah
Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54
(meridian sentral 141° BT).
Gambar 4. Zona UTM Indonesia
Untuk penjelasan lebih lengkap, dapat anda baca pada artikel berikut:



